Cara Mengelola Keuangan Pribadi ala Dewa Eka Prayoga

Share
cara mengelola keuangan pribaadi ala dewa eka prayoga
Dewa Eka Prayoga

Siapa yang tidak tahu Dewa Eka Prayoga ? ya seseorang yang kerap disapa kang dewa ini adalah seorang business coach yang telah banyak membantu pengusaha untuk meningkatkan omzet dan profit bisnisnya. Beliau sering memberikan tips – tips dan ilmu tentang bisnis kepada para pengusaha. Namun selain memberikan tips dan pengetahuan tentang bisnis beliau juga memberikan tips mengenai financial planning atau cara mengelola keuangan, seperti yang akan kita bahas sekarang ini yaitu tips cara mengelola keuangan pribadi ala kang Dewa Eka Prayoga. Apa sajakah tips dari kang Dewa tentang cara mengelola keuangan pribadi simak artikel berikut ini!.

Jadi tidak sedikit orang – orang yang bertanya kepada kang dewa mengenai

 “kang kalau misal kang dewa itu cara manajemen keuangannya itu kayak apa ?”.

Bicara masalah keuangan, pastinya ini penting banget ya, karena semua orang suka dengan uang. rasa – rasanya semua orang suka sama uang. bukan berarti uang itu segalanya, tapi segalanya butuh uang.

“Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”

nah, pertanyaannya adalah apakah kamu sudah melayakan diri untuk dikasih yang lebih banyak ? karena banyak orang sekarang ingin kaya, ingin sukses besar, ingin bisa kaya raya. tapi mengelola uang kecil saja dia belum sanggup. misalkan, katakanlah kamu punya uang, penghasilan 5 juta rupiah. bagaimana cara kamu memanagement uang mu 5 juta ? apakah kamu akan keluarkan semuanya ? apakah untuk hutang ? untuk gaya hidup ? kebutuhan hidup ? tidak ada untuk giving ? tidak ada untuk saving ? tidak ada untuk investasi ?

Sebelum masuk kedalam pembahasan tentang cara mengelola keuangan pribadi kita akan melihat pengalamannya yang dulu seperti apa kang Dewa jauh sebelum beliau menjadi sukses seperti sekarang ini. Kenapa demikian ? karena dikhawatirkan kamu akan memberikan persepsi yang salah seperti misal  “ya iyalah enak kang dewa mah kan ada duit segalam macem”.

Jadi akan kita milai dari satu cerita kang dewa waktu beliau belum sesukses sekarang . Dulu saat beliau masih dalam keadaan susah, beliau, istri beliau dan kerabat atau teman beliau memiliki sebuah bisnis yang bernama ceker iblis. Nah ketika mereka mengelola uang dari bisnis tersebut, mereka menggunakan metode amplop, jadi uang yang ada mereka masukan kedalam amplop, untuk apa amplop itu ? misal amplop ini untuk belanja, ini untuk apa segala macam, dll. Pada saat itu ada uang 500 perak hilang, dan hal it akhirnya membuat mereka panik. Pertanyaannya, menurut kalian berlebihan nggak sih hanya karena uang 500 perak hilang mereka menjadi panik ?, yang notabennya bahkan kalau sekarang nih mungkin 1000 aja kita nggak akan panik, bener nggak ?.

Lantas kenapa dulu mereka panik ? yaitu karena mereka terbiasa untuk menghargai uang walaupun uang kecil seperi 500 perak. Dan hal tersebut lah yang menjadikan sekarang pun beliau  benar – benar menghargai uang. Lalu apa alasan beliau menghargai uang ? karena beliau meyakini bahwa

“orang hebat atau sukses sangat menghargai  yang namanya uang”

-dewa eka prayoga-

Ketika kita menghargai uang kecil secara tidak langsung kita mengizinkan kepada dirik kita untuk menghargai uang besar atau uang banyak maksudnya. Maka Allah akan memberi lebih banyak, termasuk cara mengelola uang pribadi. Diberi  5 juta tapi cara mengelola masih acak – acakan, bagaimana jika diberi 5 milyar ?.

Nah jadi, mendapatkan uang itu Penting, namun mengelola uang itu jauh lebih penting. kita sering kali belajar di perkuliahan atau di sekolah dulu tentang akutansi, memang hanya angka – angka saja,  seolah – olah hal itu tidak penting, kenapa? Karena uang nya tidak ada, tidak berwujud. justru ujiannya adalah sekarang pada saat kita membangun bisnis. Bagaimana sikap mental kita ketika Allah memberi income 1 juta, 10 juta, 12 juta, 20 juta, 25 juta, 1 milyar, dan seterusnya. bagaimana bagai mana cara kita mengelola uang itu ? maka perlu dicatat ! setidak nya ada 3 poin yang harus kamu perhatikan.

Namun sebelum membahas 3 point tersebut,kira – kira mana yang terlebih dahulu ?

Spending (pengeluaran/menghabiskan)  atau earning (pemasukan/mendapatkannya bagaimana). antara pemasukan dan pengeluaran mana yang harus kita dahulukan untuk kita atur ?

kebanyakan orang  akan menganggap pemasukan harus kita pikirkan dan harus kita atur dulu, padahal secara keilmuan financial, yang perlu dan penting untuk kita lakukan pertama kali adalah di point spending (pengeluaran).

apa itu spending atau pengeluaran ? Kenapa harus speanding dulu ? karena yang namanya spending itu ada dalam kontrol kita. Seperti misalkan kita apakah kita ingin shopping bulan ini, apakah kita ingin menonton bulan ini, kita ingin belanja apa di bulan ini, kita ingin beli apa, itu tergantung pada diri kita sendiri.

Sementara yang namanya earning atau penghasilan itu diluar kontrol kita. Seperti omset perusahaan,  resesi, gaji dibeli,covid, dan segala macam itu semua diluar kontrol kita.

nah, point pertama kali jika kamu ingin me-manage keuangan (financial planing) ala dewa eka prayoga. Kamu harus mengaturnya dari spending dulu! pending/ pengeluarannya untuk apa dulu.

Spending

Spending yang dilakukan oleh kang Dewa itu ada 4 post. nah, di 4 post tersebut kamu harus alokasikan uang kamu, berapa persen untuk living, berapa persen untuk investing, berapa persen untuk giving dan berapa persen untung saving. nah ini berdasarkan pemasukan anda bakal tergantung banget nantinya dibagian budgeting poinnya adalah anda harus sudah tentukan dulu. dan anda harus saklak. Tentukan spending anda apa aja!.

Spending untuk Living

Spending untuk living atau kebutuhan hidup yang termasuk keinginan ada di dalamnya. Pengeluaran apa saja ?

Spending living untuk :

kebutuhan primer yaitu sandang, pangan, papan,

sekunder contohnya hiburan, internet, olahraaga, elektronik, perabotan,

 dan tersier atau yang sifatnya itu impian kamu misalnya mobil mewah, renovasi rumah, pengin umroh, dll.

Spending untuk saving / menabung

tabungan untuk  sekolah, kesehatan, pendidikan, event -event dan sesuatu yang tidak diduga – duga terjadi, dll

Spending untuk investing/ investasi

Apa saja spending untuk investasi ? Macam –  macam misalkan, untuk bisnis, untuk beli tanah, sawah, rumah, kos – kosan, hewan dll yang sifatnya investasi.

Spending untuk  giving

Spending untuk giving  atau memberi misalnya sedekah, zaat, dll

Baca juga : Tips cara mengatur uang ala raditya dika

Earning

sekarang kita bicara tentang earning atau pemasukan, gampangnya adalah dari mana kita mendapatkan uang. rata – rata orang bekerja dan semdapatkan penghasilan hanya dari satu sumber penghasilan dan biasanya hanya dari gaji.

nah, sekarang mari petakan agar nanti dapat banyak uang.

Kalau kang Dewa Eka sendiri, beliau sumber keuangannya itu dari

1. royalti (itu kenapa saya jadi semangat nulis buku, kenapa saya semangat bikin online course, karena ada royaltinya)

2. komisi (itu kenapa saya main affiliate, karena kejar bonusnya)

3. lisensi (itu kenapa saya membangun produk digital seperti sejoli,wpspro, dll, itu adalah contoh untuk lisensi)

4. investasi (seperti yang tadi saya katakan)

5. properti (kos – kosan)

6. fee (bayaran untuk seminar workshop dll)

7. dividen (bagi hasil)

8. internet (contoh dari adsen seperti video ini)

nah itu sihlakan anda petakan incomenya dari mana saja.

ya Allah masa baru satu, nah makannya berjuang.

Budgeting/ planing

ketika income kamu  1 katakanlah sampai 10 juta sebulan. bagaimana porsi spendingnya ?

ketika income anda 11 – 50 juta sebulan bagaimana spendingnya ? ketikan income anda di angka 51 – 100 juta perbulan bagaimana pendingnya ?

contoh misalnya :

income 1 – 10 juta perbulan

  • living : 20 %
  • saving : 0%
  • investing : 30%
  • giving 50%

income 11 – 50 juta perbulan

  • living 15%
  • saving 5%
  • investing 30%
  • giving 50%

income 51 – 100 juta perbulan

  • living 10%
  • saving 10%
  • investing 30&
  • giving 50%

income >100 juta perbulan

  • living 5%
  • saving 10%
  • investing 35%
  • giving 50%

Kamu boleh percaya atau tidak, kamu boleh setuju atau tidak, tapi itu adalah cara mengelola pendapatan pribadi yang diterapkan juga oleh kang dewa. Terapkan cara mengelola keuangan pribadi ini dan semoga harapannya kamu tidak hanya membangun bisnis dan mendapat income banyak tapi dapat mengelolanya dengan baik juga.

Read More