Hancurnya Negeri Antiokhia

Share
hancurnya negeri Antiokhia

Kisah ini yang disebut oleh para ulama sebagai kisah ashabul qoryah.
Qoryah itu berarti sebuah desa atau daerah, dan yang dimaksud qoriyah dalam kisah ini menurut para ahli tafsir adalah Antiokhia. Daerah Antiokhia adalah daerah yang pernah diserang oleh kaum muslim karena jeritan seorang wanita.

kalau kita mendengar daerah yang disebut dengan antiokhia kita ingat dengan kisah imam Ahmad Ibnu Anbal yang mana ketika Imam Ahmad dipenjara oleh khalifah Mu’tashim selama 30 bulan. dan mendapat siksaan yang luar biasa, bahkan teman – teman ulama, selevel Imam Ahmad banyak yang terbunuh. salah satunya Muhammad ibn Nuh dan sebagian besar dipenjara, karena ketika itu 3 kurun kekuasaan berturut- turut, sejak khalifah Al Makmun.

Khalifah Makmun meninggal berganti mu’tashim, Mu’tashim meninggal berganti Watsiq, semuanya beraqidah mu’tazilah atau semua bertentangan dengan aqidah ahli sunnah wal jamaah. Namun bukan sejarah Imam ahmad yang ingin diceritakan, melainkan sejarah dari negeri Antiokhia. Daerah anthoqia merupakan daerah yang ditinggali oleh mayoritas orang – orang kafir Romawi.

Suatu ketika ada seorang wanita muslimah yang dilecehkan oleh mereka, hingga wanita itu menjerit – jerit dan mengatakan “waa muta’simaa”, “wahai khalifah Mu’tashim bantulah aku, tolonglah aku” ucap wanita itu. Tentara Romawi hanya menertawakan wanita itu sembari melakukan pelecehan seksual. “Tidak mungkin datang khalifah, karena khalifahmu jauh ada di Baghdad Iraq sana” kata mereka. Kata- kata orang romawi ini terdengar oleh seorang mukmin, seorang muslim yang tinggal disitu. Kemudian pergilah orang muslim itu menuju Baghdad.

Sesampainya di Baghdad langsung dia menemui khalifah Mu’tashim kemudian menceritakan tentang jeritan wanita yang memanggil – manggil dirinya untuk meminta pertolongan. Maka marahlah khalifah Mu’tasim, Kemudian dia keluarkan Imam Ahmad dari penjara, karena takut mati. Karena dia akan menyerang dengan penyerangan besar – besaran yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Kemudian Mu’tashim mengumpulkan pasukan besar, bergerak dari Iraq Baghdad menuju negeri Antiokhia. Akhirnya khalifah Mu’tashim mampu untuk menguasai Antiokhia. Padahal tidak ada niat menyerbunya, hanya karena jeritan wanita dia membawa pasukan besar dan menyerbu Antiokhia dan mengalahkan pasukan Romawi. Inilah negeri Anthoqia yang ada dalam kisah Ashabul Qoryah.

Sebagian para ulama mengatakan, kisah ashabul qoriyah ini terjadi di zaman nabi Isa bin Maryam, ketika ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA mengutus dua rasul untuk berdakwah kepada negeri tersebut karena mereka para penyembah berhala,lalu ditentang oleh mereka. Kemudian ALLAH kirimkan satu rasul lagi jadi ada tiga rasul, kemudian ditentang juga. Akhirnya karena penentangan merekalah menjadikan azab ALLAH datang kepada mereka.

Kisah Kehancuran Kaum Antiokhia

ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman : ” ya muhammad berikanlah kepada mereka perumpamaan, beri tahu kepada orang – orang kafir Quraisy itu. beri tahu kepada Abu Jahl, kepada al walid, kepada umayyah, beri tahu kepada orang – orang dan kepada pembesar Quraisy itu. beri tahu kepada mereka akan perumpamaan Ashabal Qoryah. Nasib sebuah penduduk negeri, ketika datang kepada penduduk negeri tersebut para rasul utusan ALLAH. ketika ALLAH utus kepada penduduk negeri itu dua rasul utusan ALLAH untuk berdakwah. keduanya didustakan, ALLAH utus lagi satu, jadi 3 rasul dan mereka mengatakan para rasul sesungguhnya kami diutus ALLAH untuk mendakwahi kalian”

Disinilah ALLAH memulai dengan kata – kata ” Wahai muhammad berilah permisalan kepada orang – orang kafir Quraisy tentang nasib sebuah penduduk negeri, ketika diutus kepada mereka para rasul. Siapa mereka para rasul ini?. Ada yang mengatakan bahwa para utusan itu diutus oleh nabi Isa supaya para nabi ini datang kenegara Antiokhia itu, tapi ada juga yang mengatakan rasul itu ya dari daerah itu sendiri, muncul dari daerah Antiokhia sendiri, untuk berdakwah kepada negerinya sendiri. Pertama ALLAh utus dua rasul, diutusnya dua rasul itu sebuah nikmat. Nikmat yang sangat besar, karena rasul itu menjelaskan hidayah ALLAH, mengajak manusia kepada kebaikan, mencegah manusia kepada kemungkaran. Kemudian menjelaskan bagaimana jalan kesurga dan jalan ke neraka.

Diutusnya seorang nabi itu nikmat, jangankan nabi, seorang ustadz saja, bisa berdakwah mengajak manusia menyebarkan ilmu itu sebuah nikmat. Karena banyak kemudian daerah – daerah yang tidak diutus ustadz, da’i kepada mereka, maksiatnya merajalela. Maka ketika diutus seseorang da’i itu sebuah nikmat, syukuri nikmat itu jangan kemudian dimusuhi dai’i nya, dimusuhi ustadznya. jangan malah kemudian di usir, hal ini namanya menjadikan nikmat jadi nikmah, satu nya pakai ‘ain satunya pakai qaf. Kalau nikmat kesenangan, kalau nikmah itu kehancuran menjadikan  nikmat sebuah kehancuran. Jadi diutusnya seorang rosul itu sebuah nikmat, tapi lihat balasannya ? Mereka malah mendutakan para rasul itu, kemudian ALLAH melihat bagaimana rasul itu diperlakukan seperti itu. ALLAh utus lagi satu rasul, menjadi 3 rasul di daerah itu.

Tentu semakin banyak da’i, semakin banyak para penyeru kepada kebenaran, harusnya banyak orang yang dapat hidayah, bukan begitu ? Ketika semakin banyak para penyeru kebenaran, harusnya lebih banyak orang yang baik, tapi apa yang terjadi di Antiokhia ?. di Antiokhia sama sekali tidak berpengaruh, sampai – sampai mereka mengatakan para rasul itu. “saya ini utusan ALLAH kepada kalian”

Pembantahan Kaum Antiokhia terhadap rasul

Mereka mengatakan “kalian ini hanya manusia sama seperti kami, apa bedanya ?, kecuali kalau engkau seorang malaikat, diutus oleh ALLAH nah baru kami ikut, kamu juga manusia makan nasi, kami juga makan nasi, kamu juga minum kami juga minum. kamu bisa sakit, kami juga bisa sakit”. Mereka tidak sadar kalau ALLAH benar – benar utus kepada mereka seorang rasul. jika ALLAH mengutus Malaikat kepada mereka, belum tentu mereka bisa mengikuti malaikat. Malaikat tidak kawin kalian kawin, malaikat  tidak makan kalian butuh makan, malaikat tidak punya anak manusia punya banyak anak, dan malaikat tidak terlihat, lalu bagaimana kalian melihat sesuatu, mencontoh sesuatu yang tidak terlihat?. Maka dari itu sebuah nikmat ketika rasul, ketika nabi dari kalangan manusia, sehingga tampak bagaimana jalannya, bagaimana rumah tangganya, bagaimana pekerjaannya, bagaimana ibadahnya, sehingga kita bisa menirunya.

Tetapi memang hidayah sudah menutup mereka, dan mereka mengatakan “halah kmu ini cuma manusia saja, sama dengan kami, mengaku sebagai rasul” kata mereka, ALLAH tidak pernah menurunkan sedikitpun, kalian ini pendusta, Untuk apa kalian berdakwah disini ?” kata mereka, mulcul kesombongan pada diri mereka.

Setiap para nabi dan rasul akan mengalami hal yang sama, didustakan oleh kaumnya. maka nabi shallallahu alaihi wasallam juga diingatkan oleh ALLAH dengan mengatakan “Jika orang-orang kafir Quraisy itu mendustakan engkau wahai Muhammad, rasul – rasul sebelum mu itu sudah didustakan. Maka ALLAH mengatakan, kaum ‘ad yang mendustakan rasulnya, kaum tsamud yang mendustakan rasul, kaum nuh yang mendustakan rasulnya.” begitulah bahasa alquran karena memang rasul – rasul terdahulu nasibnya sama, setiap berdakwah pasti didustakan. Maka celakalah orang – orang yang mendustakan utusan ALLAH itu dan beruntunglah orang – orang yang membenarkannya.

Ketika mereka mengatakan, kalian ini manusia sama seperti kami, tidak diturunkan kepada kalian sedikitpun, kalian ini pendusta. Lalu lihat bagaimana jawaban para rasul, para rasul mengatakan “cukuplah RABB kami yang tahu, bahwa kami diutus kepada kalian, tugas kami hanya menyampaikan, soal kalian terima atau tidaknya itu urusan kalian. Kalian menerima, Alhamdulillah, kalian tidak menerima ya juga tidak masalah, tugas kami hanya menyampaikan. Ini wahyu ALLAH, laksanakan. Itu saja tugas kami.

Jadi tugas seorang da’i itu, dia hanya satu, sampaikan kebenaran jangan sampai paksa orang untuk ikut dia, karena hidayah itu ada dua. Ada Hidayahtul Irsyad dan Hidayatul Taufiq, artinya Hidayatul Irsyad itu mengarahkan orang tentang baik-buruk, hak-bathil, sunnah dan menyelisihinya,tauhid dan syirik, itu saja tugasnya. Soal mereka menerima atau tidak, itu kembali kepada ALLAH jangan paksa orang, kita hanya menyampaikan. Kemudian mereka mengatakan “masalahnya bukan itu, masalahnya kedatangan mereka membuat sial, kalian itu membuat sial disini, gara – gara kalian kami semua mendapat kesialan, kalau kalian tidak berhenti dan terus mendakwahkan tauhid, memaksa kami untuk meninggalkan sesembahan nenek moyang kami, maka kami akan rajam kalian. Artinya kami lempari batu sampai kalian mati atau kami akan buat siksa yang lebih dari pada itu” ancam mereka. Dan hal ini akan terulang seperti ini.

Para pendakwah hal itu akan terluang seperti ini, yang namanya berdakwah itu tidak semua orang dapat menerima, karena mencari ridho nya manusia itu sesuatu yang mustahil. Kemudian para nabi mengatakan “kami para rasul menjawab, kesialan itu datang dari kalian bukan datang dari kami. Kami ini hanya menyeru kepada kebaikan, masa kami dianggap pembawa sial, kami hanya menyerukan ini benar, ini salah, ini baik, ini buruk, ini jalan masuk surga, ini jalan masuk neraka, Kenapa hal seperti ini dianggap membawa kesialan ?. Kesialan itu dari kalian, apabila kalian diingatkan, tapi tidak mau ingat karena kalian kaum yang melampaui batas” kata para rasul. Menganggap sial sesuatu, ini tradisi orang orang musyrik dari dulu. Ketika para nabi diutus kepada sebuah kaum seperti Musa Alaihi Sholatu Wasallam, dikatakan gara-gara Musa dan orang yang bersamanya, siallah hidup kami begitulah para rasul, dianggap sial kedatangannya.

Pembelaan Habibbun Najar

Ketika tiga utusan ini terus berdakwah tapi terus juga didustakan, tidak ada satupun yang beriman, bayangkan ?. Maka tiba-tiba datang seorang laki-laki yang sholeh, yang berada sangat jauh dari negeri Antiokhia. Mendengar bahwa ada rasul yang diutus ALLAH kesebuah negeri, bukannya diterima malah didustakan. Orang ini ahli ibadah, dia keluar dari tempat ibadahnya, kemudian dia berjalan kaki menuju negeri Antiokhia. Dia ingin menyadarkan bahwa apa yang dilakukan 3 rasul utusan itu sebuah kebenaran, maka orang ini yang disebut dengan Habibbun Najar. Ketika dia sampai di Antiokhia, maka dia mengatakan,”wahai kaumku ikutilah mereka, mereka itu rasul utusan ALLAH mereka datang dengan tidak dibayar, karena mereka datang murni kepada kalian itu hanya perintah ALLAH. Hanya berharap balasan dari ALLAH, mereka datang murni ingin memperbaiki kalian. Karena seluruh utusan ALLAH mengatakan : “balasan kami itu hanya mengharap dari ALLAH saja””.

Kemudian Habibbun Najar terus berdakwah kepada mereka supaya mengikuti para rasul, maka kemudian Habibbun Najar terus memberikan nasehat dan mengatakan “kenapa kalian tidak menyembah ALLAH? kenapa kalian tidak menyembah kepada ALLAH, padahal ALLAH yang telah menciptakan kalian, dan kepada ALLAH lah diri kalian akan dikembalikan, jadi ALLAH yang menciptakan kalian, ALLAH yang memberi rezeki kepada kalian, ALLAH yang kuasai kalian, kalian itu milik ALLAH. ALLAH hanya minta satu, sembah ALLAH itu saja, apa susahnya kalian menyembah ALLAH”. Kemudian dia mengatakan “apakah kalian akan tetap mengambil selain dari pada ALLAH ?, tuhan-tuhan yang kalian buat sendiri, berhala-berhala itu, Jika ALLAH menghendaki dengan sebuah Mudhorot, tuhan-tuhan itu tidak ingin mengangkat mudhorot itu ataupun sebaliknya. Jika seandainya dikirim mudhorot, apakah tuhan itu, patung itu bisa mencegah ?, tidak! karena yang namanya berhala, mereka tidak mendatangkan mafaat dan tidak mendatangkan Mudhorot”

Jadi Habibbun Najar ini menjelaskan kepada mereka, berhala yang kalian sembah itu tidak ada manfaatnya, kemudian sesungguhnya jika aku berbuat seperti kalian, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata, maka ia mengatakan sesungguhnya aku beriman dengan rabb kalian, tolonglah dengarkan para rasul itu, jelas Habibbun Najar

Satu penduduk Antiokhia marah dengan Habibbun Najar, karena dia membela rasul, akhirnya dia ditangkapnya, kemudian dipendam separuh badan kemudian dilempari batu sampai mati, dirajam, gara gara membela rasul. Rasul mengingatkan “siapa yang memusuhi waliku, maka dia telah menabuh gendrang perang bersamaku” kata ALLAH. Jangan macam- macam kalian, jika sudah membunuh wali ALLAH, ALLAH pasti akan membela orang-orang yang beriman. Kemudian ALLAH menceritakan bagaimana Habibbun Najar ini di bunuh gara-gara membela para rasul. Dia mati dalam kondisi syahid dan ALLAH mengatakan jangan kalian sangka jika ada orang mati dalam peperangan mereka itu tidak mati, mereka hidup… dalam kuburan-kuburan mereka itu, dan mereka akan mendapatkan rezeki disisi ALLAH.

Sama dengan Habibbun Najar yang telah dibunuh karena membela tiga rasul utusan ALLAH, maka diapun hidup kembali dalam kuburannya dan dikatakan kepada dia. Kamu beriman kepada ALLAH, masuklah kamu kedalam surga, kamu mati syahid, maka dia pun mengatakan “duhai kiranya kaum ku tahu nisab ku sekarang ini, setelah mereka membunuh ku, dimana justru kini aku dimuliakan ALLAH, kalau seandainya kaumku tahu” kata Habibbun Najar. Tentang apa yang ALLAH lakukan padaku, ALLAH ampuni dosa – dosaku dan ALLAH jadikan aku orang-orang mulia, tentu mereka tidak akan menentang para rasul.

Kisah Abdullah ibn Haron

Persis seperti kisah Abdullah ibn Haron ketika meninggal di perang uhud, kemudian ALLAH bicara langsung dengan Abdullah ibn Haron setelah meninggal, kata nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Jabir, “ya Jabir….” “wahai Jabir menangis ataupun kamu tidak menagis kepada jasad ayahmu , ini sungguh ALLAH telah bicara dengan ayahmu tanpa penterjemah”, kemudian rasul menjelaskan bagaiman ALLAH bicara dengan ayah Jabir, allah berfirman kepada Ayah Jabir, Abdullah ibn Haron “silahkan minta sesukamu, akan aku kabulkan”. Kemudian Abdullah ibn Haron mengatakan : “saya hanya ingin bercerita ya RABB, tolong hidupkan lagi aku, aku ingin perang kedua kalinya dan supaya aku mati syahid kedua kalinya” kata abdullah ibn haron. Maka allah mengatakan “tidak mungkin orang mati hidup kembali, yang lain saja karena mustahil. Hal ini telah dicatat dilauhil mahfudz. Orang mati tidak mungkin gentayangan.

Lalu siapa yang gentayangan itu ? yang gentayangan itu adalah jin qorin, bukan orangnya, kalau orang sudah masuk ke alam barzah tidak mungkin naik kebumi. Kecuali memang orang – orang tertentu, seperti umpamanya kisah para nabi. Nabi Isa mukjizatnya menghidupkan orang mati, kemudian kisah nabi Musa kaumnya yang ingin melihat ALLAH tiba-tiba tersambar petir, kemudian mati lalu di hidupkan kembali, kemudian kisa nabi Zakaria, ribuan tahun orang mati terkena thaun akhirnya dihidupkan kembali semuanya. Itu ke khususan para nabi dan itu pun tidak disebutkan bahwa setelah dihidupkan dari kematian mereka bercerita, aku ditanya munkar nakir aku diadzab, tidak ada!.

Quran hanya menyebutkan dihidupkan setelah kematian, itu saja karena adzab kubur, nikmat kubur, fitnah kubur itu perkara ghaib, tidak disebutkan. Kata Abdullah ibn Haron mengatakan “ya sudah kalau aku tidak bisa hidup kembali ke dunia, sampaikanlah posisiku sekarang yang enak di hadapanmu ya RABB, maka ALLAH mengatakan baik, “aku akan sampaikan kepada mereka”. Dari situlah turun surah (al imran : 169). Ayat ini turun berkaitan dengan Abdullah ibn Haron, yang mati diajak bicara didalam kuburan itu, jangan engkau sangka orang yang mati dijalan allah itu mati, tidak! mereka hidup, mereka akan terus diberikan rezeki yang banyak disisi ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA, Kemudian lihat bagaimana ALLAH SUBHANAHU WA TA”ALA membela para wali nya ketika mereka kemudian pertama mendustakan 3 utusanNYA, yang kedua datang Habibbun Najar, anak muda dari tempat yang jauh sana ingin menjelaskan bahwa mereka orang baik tiba-tiba datang ke Antiokhia dan kemudian dibunuh.

Maka ALLAH tidak terima jika walinya disakiti, maka ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA mengirim adzab kepada mereka mengutus Jibril, ALLAH tidak mengutus tentara 5000, 20000 ribu malaikat, tidak! ALLAH tidak mengutus banyak malaikat. ALLAH hanya mengutus satu malaikat saja, tapi dia pemimpin para malaikat, Jibril. ALLAH perintahkan Jibril menghabisi kaum ini, makan Jibril datang kemudian di depan pintu penduduk di negeri itu, kemudian Jibril berteriak satu kali teriakan saja, hanya satu kali. teriakan, maka apa yang terjadi ?.

Sekali saja teriakannya lalu apa yang terjadi ? semua bergelimpangan menjadi mayat dirumah – rumah mereka, ALLAH habisi mereka yang tua, yang muda, semua habis jadi mayat bergelimpangan.

Mari kita lihat bagaimana adzab ALLAH SUBHANALLAH ditimpakan siksaan ALLAH itu jika datang, amat dan teramat sangat pedih. dan jika kita melihat sebelumnya, ini dizaman nabi Isa Alaihis Sholatu Wasallam. Kita lihat di zaman zaman sebelumnya, bagaimana nasib orang-orang yang mendustakan para rasulnya. Macam-macam adzab yang ditimpakan kepada mereka. Bagaiman Fir’aun dan kaumnya di tenggelamkan, bagaimana Qorun diamblaskan kebumi seluruh harta dan rumahnya, bagaimana kaum ‘Ad yang kemudian diangkat 7 malam, 7 hari ada diangit diputar-putar, kemudian dibanting kebumi seperti tunggul kurma yang menancap, bagaiman juga kaum Tsamud yang kemudian sama juga dikirim Jibril. banyak sekali adzab yang dikirim kepada orang – orang para pendusta rasul.

Maka siapapun disebuah negeri, kalau mereka sudah banyak bermaksiat, menundastakan ajaran para rasul, maka mereka telah mengundang adzab ALLAH, apalagi yang di dzolimi para ulama, ingat! sebuah negeri kalau sudah menzolimi para ulama, sudah memulai memojokkan para ulama, tidak suka dengan para penyeru kebenaran, tidak suka dengan para penyeru surga. Ingat!, maka ALLAH mengatakan, jangan kalian sangka ALLAH lalai terhadap orang – orang yang melakukan kedzoliman itu, ALLAH tidak akan lalai. Hadist nabi mengatakan dalam sebuah riwayat, kalau seandainya para pemimpin itu tidak berhukum dengan hukum ALLAH, maka ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA akan kirim kepada mereka, akan terjadi huru hara, kekacauan dan diakhiri dengan adzab ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. Maka kisah ini disebut dengan kisah Ashabul Qoryah.

Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah ini

Yang bisa kita petik dari sini adalah jika ALLAH berikan nikmat kepada kita, jangan dibalas dengan pengingkaran, jika ALLAH berikan nikmat kalian bersyukur, kutambahkan kalau kalian diberikan kebudian kalian kufur, adzab ku yang kukirim kepada kalian. Disini orang ini diberi kenikmatan besar, diutusnya rasul kepada mereka, tapi mereka dustakan.

Maka jika seandainya antum memiliki guru agama, memiliki ustad yang telah memberikan banyak ilmu kepada antum, maka berikanlah kepada guru-guru kita, pada para ulama-ulama kita yang sudah menulis kitab sehingga ilmunya bermanfaat kepada kita, doakan mereka, kalau mereka sudah meninggal katakan “rahimahullahu” semoga ALLAH merahmati dia, kalau dia masih hidup “hafidzahullahu” semoga ALLAH menjaga dia.

Jadi perkara-perkara ini penting, karena para penyeru kebenaran itu semakin hari semakin hilang, bukan dihilangkan ilmu tapi diwafatkan satu persatu Imam Safi’i meninggal tidak ada gantinya, Imam Ahmad meninggal. Siapa penggantinya ? imam malik meninggal tidak ada penggantinya, para imam meninggal tidak ada gantinya. Dari sinilah nabi mengatakan kematian orang alim itu musibah yang tidak bisa digantikan.

Ayo kita Uji Pengetahuan tentang kisah Hancurnya Negeri Antiokhia

  1. Apa arti Qoryah ?
    a. Sebuah Kisah
    b. Sebuah Daerah
    c. Sebuah Kaum
    kunci : b
  2. Siapa khalifah yang menyerang negeri Antiokhia ?
    a. Mu’tashim
    b. Habibbun Najar
    c. Makmun
    kunci : a
  3. Kisah ini terjadi pada zaman nabi ?
    a. Nabi Nuh Allaihissalam
    b. Nabi Isa Alaihissalam
    c. Nabi Muhammad SAW
    kunci : a
  4. Siapa lelaki yang pergi ke Antiokhia untuk menyadarkan penduduk disana agar tidak mendustakan rasul ?
    a. Ahmad Ibnu Anbal
    b. Watsiq
    c. Habibbun Najar
    kunci : c
  5. Apa tugas seorang da’i ?
    a. Memimpin suatu kaum
    b. Menyampaikan kebenaran Tanpa memaksakan orang untuk ikut ajarannya
    c. Mendoktrin orang – orang untuk mengikutinya
    kunci : b
  6. Apa adzab yang ALLAH turunkan kepada negeri Antiokhia ?
    a. Menenggelamkan negeri Antiokhia
    b. Mengutus Malaikat Jibril untuk Menghabisi mereka
    c. Mengirim Wabah tiada henti kepada negeri Antiokhia
    kunci : b
  7. Kenapa khalifah Mu’tashim melakukan penyerangan ?
    a. Karena ingin merebut wilayah kekuasaan negeri Antiokhia
    b. Karena balas dendam
    c. Karena Jeritan seorang wanita yang meminta bantuannya
    kunci : c
  8. Apa ancaman penduduk Antiokhia kepada para rasul ?
    a. Merajam (lempari batu sampai mati),dan siksaan yang lebih dari itu
    b. Mengusir para rasul
    c. Membakar para rasul
    kunci : a
  9. Siapa yang berdialog secara langsung dengan ALLAH SWT ?
    a. Abdullah ibn Haron
    b. Habibbun Najar
    c. Mu’tashim
    kunci : a
  10. Apa yang dilakukan malaikat Jibril untuk menghabisi penduduk Antiokhia ?
    a. Meniup sangkakala
    b. Berteriak
    c. Menghujani negeri Antiokhia dengan batu
    kunci : b
  11. Kenapa Allah mengutus para rasul ke negeri Antiokhia ?
    a. Karena mereka kaum yang menyukai sesama jenis
    b. Karena mereka sombong dan lalai
    c. Karena mereka menyembah berhala
    kunci : c
  12. Apa permintaan Abdullah ibn Haron kepada ALLAH ?
    a. Meminta masuk surga
    b. Meminta menjadi pemimpin
    c. Meminta untuk menyampaikan kedudukannya yang mulia di hadapan Allah
    kunci : c
  13. Kenapa penduduk Antiokhia marah kepada Habibbun Najar ?
    a. Karena Habibbun Najar membela para rasul
    b. Karena Habibbun Najar melecehkan wanita
    c. Karena Habibbun Najar menyiksa penduduk Antiokhia
    kunci : a
  14. Surah al imran ayat 169, berkaitan dengan kisah ?
    a. Kisah ashabul khafi
    b. Kisah nabi Isa
    c. Kisah Abdullah ibn Haron
    kunci : c
  15. ALLAH menurunkan adzab pada suatu negeri apabila ?
    a. Jika penduduknya rajin melakukan ibadah dan taat pada aturan agama
    b. Jika sudah banyak penduduk negerinya bermaksiat,menundastakan ajaran para rasul,mendzolimi para ulama,sudah memulai memojokkan para ulama, tidak suka dengan para penyeru kebenaran
    c. Jika penduduk menyembah berhala
    kunci : b
  16. Apayang dilakukan penduduk Antiokhia kepada Habibbun Najar ?
    a. Menyambutnya dengan suka cita
    b. Mengancam dan merajamnya
    c. Mengusirnya
    kunci : b
  17. Kenapa para penduduk Antiokhia menentang dan mendustakan para rasul ?
    a. Karena mereka tidak mau meninggalkan menyembah berhala dan menganggap kedatangan rasul membuat mereka sial
    b. Karena rasul meminta mereka meninggalkan untuk menyembah berhala yang mereka sembah
    c. Karena mereka menganggap kehadiran rasul adalah sebuah kesialan untuk mereka
    kunci : a
  18. Hikmah apa yang bisa di petik dari kisah ini ?
    a. Jangan mendustakan sebuah ajaran agama
    b. Jangan menyiksa rasul
    c. Jika ALLAH berikan nikmat kepada kita, jangan dibalas dengan pengingkaran, melainkan dengan rasa syukur
    kunci : c
  19. Kenapa kematian seorang alim dikatakan sebagai musibah yang tidak dapat terganti ?
    a. Karena mereka yang menyampaikan kebenaran
    b. Karena jika para alim ulama diwafatkan satu persatu, mereka meninggal tidak ada gantinya,
    c. Karena mereka orang yang baik dan bijak
    kunci : b
  20. Siapa yang dipenjara oleh khalifah Mu’tashim selama 30 bulan ?
    a. Habibbun Najar
    b. Watsiq
    c. Imam Ahmad Ibnu Anbal
    kunci : c

Read More