itulah musibah yang sejati

Share

ini ada pertanyaan menarik
assalamualaikum ustad
waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh
semoga Allah memberkahi ustad dan kaum muslimin semuanya
aamiin waiyyakum
semoga Allah memberkahi yang bertanya dan kita semua

ana mau bertanya ustad bagaimana cara membuat hati kita ikhlas
kepada kesalahan yang diperbuat oleh saudara kita terhadap kita yang merasa disakiti? syukron ustadz

ada sebuah tips yang disampakan syaikhul islam ibnu taimiyah
ini tips penting sekali, catat baik baik
syaikhul islam mengatakan ….
apabila anda melihat seseorang
disakiti oleh manusia
dicela, dicaci, dimaki, digibahi, difitnah
mungkin ada kontak fisik

lalu dia tidak mengembalikan nya kepada dirinya sendiri
dia tidak mengembalikan nya kepada dosanya, kepada kesalahan nya
dan dia tidak beristigfar kepada Allah, maka camkan itulah musibah yang sejati

karena Allah berfirman surat asyuro’ ayat 30
dan apapun yang menimpa kalian itu disebabkan dosa-dosa kalian
dan itupuan Allah sudah maafkan banyaknya kesalahan kalian
jadi hadirin sekalian ketika kita disakiti orang, ditipu orang
difitnah orang, digibahi orang
itu pasti ada peran dosa
maka ketika kita menghadapi
kondisi-kondisi demikian
introspeksi diri evaluasi dosa-dosa kita
ini saya salah apa sama Allah
pertama cek kalo misalnya kita diomongin
pastikan apa kritikan mereka kepada kita
kalo memang benar, perbaiki.. berati itu kesalahan nya
kalo ternyata itu fitnah, kita g melakukan nya.. bukan berati kita bersin dari kesalahan
itu karena kesalahan kita di tempat lain
dikesempatan lain, Allah balas melalui itu
jadi fokus itu jangan hanya menyalahkan yang memfitna
jangan hanya menyalahkan yang menipu
jangan hanya menyalahkan yang mencaci
jangan hanya menyalahkan yang memaki
jangan hanya menyalahkan yang memukul atau menyakiti kita
yang pertama salahkan dosa kata beliau
karena itu pasti karena dosa kita
pasti g diragukan lagi
jadi kalo kita tau penyebab kesalahan nya siapa? kita..
maka kita g akan terlalu ngotot sama orang
walaupun secara kasat mata dalam kasus ini yang salah, iya g sih…

kalo la qodarulloh kita nabrak bemper mobil orang
kita ngotot g?
engga wong kita yang salah
saat kita yang merasa bersalah kita g akan ngotot
kita g akan terlalu sakit hati
oleh karena itu camkan baik-baik
kalo kita disakiti manusia
itu dsebabkan apa? dosa siapa?
dan dengan punya konsep begini kita akan dewasa hadirin
kita akan berkembang
tapi kalo kita sibuk menyalahkan orang dan menjadikan
pelakunya sebagai kambing hitam kita g akan maju-maju
kalo fokus kita hanya kepada yang menyakiti kita
kita tidak akan berkembang
contoh misalnya ada orang memfitnah kita, kita sakit hati
biasanya kalo kita sakit hati.. pelampiasan nya gimana?
kita telpon temen kita lalu kita curhat..
2 jam kita telpon temen kita tersebut menceritakan kasus kita yag disakiti oleh sifulan
berati 2 jam waktu kita habis menceritakan kesalahan si fulan
produktif apa tidak?
dan bandingkan kalo kita kembalikan kepada diri sendiri
maka kita akan mengaudit diri kita habis-habisan
ini saya salah apalagi ini..
sampai Allah takdirkan saya difitnah melalui dia
kita akan cari kesalahan
cari kesalahan kita
ow ternyata ini…
lalu kita beristigfar, kita memperbaiki diri
kira2 kalo kita melakukan pola ini, kita berkembang g kita? berkembang
karena konsep kita..
introspeksi diri,introspeksi diri,introspeksi diri,

makanya kan kalo kita membaca saidul istighfar apa yang kita baca?
kata syaikh abdur rozak bin abdul muhsin al abbad
konsep muslim itu 2
akui nikmat Allah
akui kesalahan kita

aku akui semua nikmat-nikmat ini darimu ya Allah
jadi seluruh fasilitas dunia
seluruh kenyamanan, ketentraman, harta, keluarga..
itu semua dari siapa? dari Allah
lalu apa yang kita alami
masalah yang kita hadapi
itu disebabkan..

itu karena dosa, jadi kita hidup konsepnya
dengan mengakui nikmat Allah lalu kita bersyukur
dan kita mengakui kesalahan kita lalu kita beristigfar

saya ingin tanya di konsep ini ada pihak ketiga g? g ada
g ada pihak ketiga.. itu konsep yang diajarkan dalam saidul istighfar
nikmat dosa
nikmat dosa saja
nikmat dosa saja
nikmat dosa begitu aja sudah
dan kita akan maju

ustadz, enak banget donk yang nyakitin kita kalo begitu

hadirin, adzab Allah untuk dia lebih pedih
daripada pembalasan kita untuk dia
udah biarkan Allah yang balas
kita fokuskan menata diri
itu baru 1 konsep lo, belum konsep yang lain
kalo kita disakiti itu investasi akhirat
dosa diampunkan, derajat ditinggikan
dan dia akan transfer pahala ke kita
ustadz, kayanya dia g punya pahala..
ya udah kita yang transfer dosa kita ke dia, selesai..
orang yang mencela, yang menyakiti kita
itu kan sama saja mentrasfer pahalanya kepada kita, iya g sih..
masih inge hadis muslim tentang mukhlis, orang yang bangkrut?
saya ingin tanya kalo ada orang mentransfer 10jt ke antum, antum marah2 apa seneng? seneng..
sekarang mana lebih besar, pahala ato duit? ato dua2 nya.. g bisa
yang lebih besar pahala
kalo kita bener-bener yakin pahala lebih besar daripada duit
kenapa kita setres orang mentransfer pahalanya untuk kita
katanya yakin kepada hari kiamat..
katanya ahlussunnah waljamaah

ahlussunnah waljamaah kan konten nya akidah
penekanan nya akidah dan aqidah iman kepada Allah
iman kepada malaikat
iman kepada kitab
iman kepada rosul
iman kepada hari kiamat
iman kepada takdir
mana iman kepada hari kiamat..

orang kirim pahala ko malah ngamuk
ko malah galau
ko g bisa tidur

wallohutaa’lam bissawab

ustadz muhammad nuzul dzikri

Read More