Tips Cara Mengatur Uang Ala Raditya Dika

Share
tips cara mengatur uang ala raditya dika
Raditya Dika

Raditnya Dika adalah seorang Penulis, komedian, aktor, dan sutradara. Ia dinilai sebagai salah satu figur yang tampil dengan tampilan yang sederhana, namun ternyata dibalik karirnya sebagai seorang komedian dia cukup piawai dalam mengatur keuangan. Lalu bagaimana seorang Raditnya Dika mengatur uang dan bagaimana prespektif atau sikapnya terhadap uang. Berikut ini adalah tips cara mengatur uang ala Raditya Dika, tips cara mengatur uang ini dapat kamu terapkan di kehidupan mu loh! simak yuk 😊

1. Beli barang buat diri sendiri bukan untuk orang lain

Jadi  setelah adanya sosial media orang – orang itu sering kali beli barang untuk orang lain, karena ingin orang lain lebih respect padanya, dia pengin beli barang lalu difoto dan dipamerkan di sosial media, atau kita punya ruang lingkup pertemanan, dinama teman-teman kita mengobrol tentang motor gede. Lalu satu teman masuk kesana, ngobrol dan dia tidak memiliki motor, Lalu dia diledek oleh teman-teman yang lain. Beberapa minggu kemudian dia membeli motor. Setelah itu dia menyesal, beberapa bulan kemudian motornya di jual, tapi pasti sudah rugi.

Jadi yang penting adalah beli barang untuk diri sendiri, jangan orang lain. Kalau kita beli barang untuk orang lain, agar olang lain kagum sama kita, agar orang lain bisa lebih “respect” sama kita itu adalah cara yang salah untuk membeli sebuah barang. Beli barang karena kita happy, karena kita butuh, karena kita memang akan jauh lebih happy kalau punya barang itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain.

Hal ini yang membuat kebanyakan orang menjadi boros, yaitu karena keputusan mereka dalam membeli barang  yang dikarenakan orang lain bukan karena dirinya sendiri. Tapi ini bukan berarti kita tidak bisa membeli barang yang mewah atau yang mahal. Banyak orang yang bilang, minimalisme adalah tidak mempunyai barang mewah atau rumah yang tidak besar atau hal-hal yang lain yang berkenaan dengan barang mahal atau barang mewah.

Tapi menurut raditya dika, minimalisme adalah persoalan barang yang kita punya itu memberikan maksimum value, maksimum nilai, atau maksimum kebahagiaan untuk diri kita, jadi kita jauh lebih happy kalau kita punya barang berkualitas atau kita punya rumah yang semua ruangannya terpakai dengan baik, maka sah aja untuk kita punya barang tersebut.

Jadi bukan berarti kita tidak bisa punya barang yang berkualitas atau barang yang mewah tapi pastikan, itu memberikan nilau untuk kita, bukan untuk orang lain, bukan untuk pamer-pamer dan lain sebagainya.

2. Harus tau bahwa waktu adalah teman terbaik untuk investasi

Jadi kalau kita bayangin, kita punya duit 10 juta. Kita taruh di bank, katakan lah deposito, tahun depannya 5%  sehingga 10, 5 juta. Tapi tahun depannya lagi 5 % nya itu bukan dari 10 juta yang awal, tapi dari 10,5 juta yang tahun sebelumnya. Ini adalah berarti semakin lama kita berinvestasi maka semakin besar investasinya.

Dia (Raditya Dika) kebetulan kuliah dan belajar di bidang financial, dia tau soal investasi dan dia tau waktu adalah teman terbaik untuk berinvestasi. Sehingga royalti pertamanya yang dia terima di tahun 2005 atas buku kambing jantan. Setelah dia pakai buat traktir keluarga sisanya ia tabung untuk  dana pensiun, itu saat dia baru  berumur 25 tahun. Dan uang royaltinya itu membantu dia hingga jika dia melihat lagi kalau dia sudah dapat pensiun, tapi bukan hanya karena uang royalti itu juga, tapi juga uang yang lain yang dia letakan disana. Jadi penting banget untuk tau mulai sejak dini untuk berinvestasi.

3. Mengatur Uang itu cuma persoalan uang keluar harus lebih sedikit dari pada uang masuk

Ini berarti caranya ada 2 yaitu, kita harus ningkatin uang masuk, atau kita harus menekan uang keluar. Itu yang orang-orang harus punya mindset bahwa yang penting hubungan keuangan pribadi yang sehat adalah tau bahwa uang masuk harus lebih besar daripada uang keluar.

4. Tidak mau berhutang dan tidak mau dihutangi

Hal ini benar-benar menjadi prinsip bagi raditnya dika, dari mulai awal kerja hingga sekarang. Ketika dia waktu itu ingin membeli mobil, yang ia pikir adalah mobil mana yang tidak terlalu mahal yang penting bisa dibeli tanpa hutang. Kalau pun tidak mampu berarti yang harus dilakukan adalah kerja sebanyak-banyaknya, nabung lagi, investasi lagi, untuk ngejar mobil yang di inginkan.

Tidak perlu terlalu mewah, tidak perlu terlalu mahal yang penting kita punya uang yang tidak perlu di dapatkan dengan cara berhutang, pun sebaliknya kita tidak memberikan hutang pada orang lain.

Jadi kalau misalnya temen SMA kita datang, dia ingin meminjam uang, yang dapat kita lakukan coba tanyakan, mungkin dia bisa ngapain untuk kita, kita beri kerjaan aja, agar tidak jadi berhutang. Jadi kita bisa memberikan uangnya dia bisa memberikan value ke kita, setelah itu selesai, kita tidak perlu meminta uangnya lagi. Tapi kalau misal ternyata tidak ada, ya tidak jadi berhutang juga tidak masalah  kalau dianya juga nggak mau.

Karena jika orang berhutang ke kita, itu akan jadi tanggungannya dia, banyak pertemanan rusak juga gara-gara hutang dan uang. Kalau pun kita mau berhutang menurut raditya dika lebih baik berhutang utuk aset yang bertumbuh, misalnya rumah.

Hindari berhutang untuk barang seperti mobil misalnya, karena mobil adalah aset yang selalu depresiasif setiap tahun, tiap tahun itu nilainya turun. Jadi ngapain kita berhutang atas sesuatu yang nilainya selalu turun.

Lalu kartu kredit, Jika kita menggunakan kartu kredit, bayar tagihan kartu kerdit secara full 100%. Jadi jangan pernah terjebak dengan utang kartu kredit.

5. Bayar sesuatu itu secara chash atau tunai jangan debit ataupun kartu kredit

Kenapa ? karena ada penelitian yang bilang rasa sakit yang ditimbulkan saat membayar barang menggunakan uang tunai atau chash itu lebih tinggi tasa sakitnya dari pada hanya dengan menggunakan kartu, jadi jika kita membeli barang hp baru seharga 2 juta misalnya, membayar menggunakan debit card, tinggal gesek kartu setelah itu selesai.

Maka akan lebih beda dibanding jika kita mengeluarkan uang 2 juta fisiknya ada di tangann kita, sakitnya beda, mungkin akan lebih berasa sakit, mungkin lebih merasa tidak rela untuk mengeluarkannya.

Jadi itu tipsnya, usahakan membayar sesuatu secara chash. Kecuali kalau kita punya fungsi-fungsi yang lain, seperti misal kartu kredit untuk ngecek pengeluaran. Jika bisa, lakukanpembayaran secara chash itu akan lebih sakit rasanya dibandingkan membayar menggunakan kartu, ataupun kalau pun kitatransfer.

6. Fokus ke penghasilan

Kadang kalau kita liat tips-tips personal financial, keuangan pribadi, cara mengatur uang kebanyakan dari  mereka adalah mengajarkan bagaimana cara berhemat dan berhemat, tapi jarang ada yang membicarakan soal menambah penghasilan.

Karena tadi, rumus personal financial yang sehat, yang paling mudah adalah uang masuk harus lebih besar daripada uang keluar. Kita sudah dapat mengecilkan pengeluaran uang, sekarang bagaimana caranya mekaikan uang masuk.

Nah, ini perlu kita pahami bahwa gaji itu tidak sama dengan penghasilan. Karena banyak banget orang yang masih beranggapan bahwa gaji adalah penghasilan, memang naiknya gaji itu bisa selaras dengan naiknya penghasilan juga, tapi penghasilan tidak melulu komponennya gaji, mungkin  bisa dari yang lain-lain, kitabisa bisnis kecil-kecilan, bisa buka online shop, bisa jadi tutor, ngajarin orang, bisa bikin ebook dan kita jual tergantung bidang apa yang kita tekuni, bisa bikin youtube sesuai dengan bidang kita dan dapat penghasilan dari situ.

Jadi fokus bagaimana cara menambah penghasilan. Menambah penghasilan paling gampang itu adalah dengan membuka peluang baru sesuai keahlian, jadi coba telaah lagi keahlian kita, ada nggak yang bisa kita jual dari situ.

7. Banyak penghasilan bukan berarti banyak pengeluaran.

Ini yang terjadi pada kebanyakan orang. Mereka masih muda, mereka kaget liat duit segini banyak, yang terjadi adalah pengeluarannya justru menjadi lebih banyak, karena menurut mereka mungkin duit bisa dicari lagi. Tapi justru hal itu yang perlu di hindari saat kita masih muda. Menahan diri, banyaknya penghasilan kita, justru pengeluaran kita harusnya ya segitu-segitu aja, paling naik tapi hanya sedikit, dan jangan di habiskan untuk hal yang sangat-sangat bombastis. Jadi penghasilan naik itu lebih di artikan bisa lebih banyak investasi ketimbang gue bisa foya-foya lebih banyak.

8. Punya budget

Buat atau list lah budget pribadi secara mendetail sehingga kita dapat mengetahui pengeluaran perbulan. Selain itu lakukan siapkan juga budget untuk investasi, jadi selalu alokasikan minimal 10% dari penghasilan untuk investasi, penghasilan lebih banyak investasi lebih banyak. Punya budget itu penting, tapi lebih penting lagi, dari penghasilan kita, kita ingin alokasikan berapa untuk investasi, senormalnya 10-20 %.

9. Keluarkan uang untuk membeli pengalaman bukan membeli barang

Ada sebuah riset yang mengatakan bahwa dengan membeli pengalaman kebahagiaan yang kita dapatkan akan lebih banyak dari pada membeli barang, misalnya kita berlibur atau mengajak keluarga makan, mengeluarkan uang untukuntuk membeli pengalaman. Itu akan jauh lebih membahagiakan dari pada membeli barang.

Kenapa ? karena kebahagiaan itu membekas. Ternyata kalau misalnya berlibur atau makan bareng keluarga makan happinesnya akan berbeda, daripada membeli barang untuk diri sendiri.

10. Sebelum memberi barang, pikirkan  biaya yang dikeluarkan saat menggunakan barang itu.

Misalnya kita membeli ikat pinggang harga 1 juta tapi bisa dipakainya hanya 1 tahun setelah itu rusak. Maka lebih baik beli barang yang berkualitas sekalian, harganya 10 juta tapi bisa kita pakai sampai 15 tahun. Itulah keputusan-keputusan yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli barang. Pikirkan terlebih dahulu, kira- kira kalau beli barang ini bisa dipakai sampai kapan.

11. Usahakan kalau belanja sendirian

Kenapa ? karena kalau sama teman, biasanya teman itu menghasut. Walaupun niatnya baik, tapi hal itu dapat membuat kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli barang yang padahal mungkin kita tidak membutuhkannya.

12. Bayar pajak dan donasi

Jadi, kalau kita punya uang banyak kita juga harus bayar pajak banyak karena ini kewajiban kita sebagai warga negara. Jangan sampe kita punya penghasilan besar, tapi malah nggak bayar pajak dan kena denda.

Lalu donasi, ngue gerasa dengan memberikan duit kepada orang lain yang lebih membutuhkan akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Usahakan kalau loe punya duit banyak makan perbanyak juga berdonasi.

13. Hubungan dengan uang adalah kebiasaan

Semua ini harus kita biasakan, jika dari kecil terbiasa hidup boros, memang akan sedikit lebih sulit untuk mengubah kebiasaannya saat sudah dewasa. Sehingga perlu komitmen dan perlu fokus, jangan saat merasa stress lalu belanja. Makan saat ini perlu dicari tahu bagaimana caranya mengganti itu, mungkin saat stress kita dapat melakukan meditasi atau yang lainnya. Jadi yang mana kebiasaan-kebiasaan kita yang tidak sehat yang berhubungan dengan uang itu bisa berubah menjadi lebih baik karena kita punya kebiasaan baru yang lebih baik.

14. Temukan pasangan yang perilakunya terhadap uang itu sehat

Jadi, jangan sampai kita sudah sehat, sudah bagus personal financialnya tiba-tiba kita punya pacar atau menikah dengan seseorang yang perilakunya tidak sehat terhadap uang, jadinya bertengkar perihal uang dll. Komunikasikan tetang persoalan pengaturan uang pada pasangan sejak awal. Karena keuangan terkadang merupakan sumber konflik yang cukup besar dalam kehidupan rumah tangga.

Itulah beberapa tips  cara mengatur uang ala Raditya Dika yang bisa kita terapkan juga dalam kehidupan dan keuangan pribadi kita. Belajar dengan membaca buku atau melalui tips singkat, seperti tips cara mengatur uang ini lalu memulai untuk mengatur keuangan sejak awal sangat lah bermanfaat untuk kehidupan kedepannya.

Read More